Cari Blog Ini

Kamis, 16 November 2017

KAMU YANG DIBALIK LAYAR


Disaat semua berdoa merindukan kedamaian, ketentraman dan kenyamanan
. Kau ketakutan dikatakan tidak hebat lagi, dan persada tahu kebohongan ceritamu menciptakan imbangmu yang endingnya keserakahan, kerakusan dan haus kekuasaan. Kepicikanmu akan berbuah dan jatuh menimpamu.

Sang Penguasa sekalian Alam,  murka padamu karena kau telah merusak doa-doa pendamba kedamaian, ketentraman dan kenyamanan. Darah Pengabdi tulus Sang Penyeimbang Alam  telah kau tumpahkan, Ibu Pertiwi menangis meyerahkan kepada Persada, Putera terbaik yang mengabdi kepada Sang Penyeimbang Sekalian Alam. Kutukan tumpah padamu dan ketujuh keturunanmu membayar kepicikanmu. Kau dustakan Sumpah Sejatimu atas Negeri.

Yang bertahan didalam Doa
diTembaga Pura, Papua.

Tidak ada komentar: