Cari Blog Ini

Senin, 30 Oktober 2017

JIWARAGAKU DITANAH PAPUA

Di Puncak Perbukitan Utikini, Tembaga Pura, Papua. 21 Oktober 2017.

Jiwaku, siapakah kau...? Aku adalah apa yang kupikirkan, itu jawaban kekuatan pikiran dalam raga yang tidak pergi sebelum ajal, mengenal Sang Pencipta Semesta KeajaibanNya sekalian Alam bersama gelombang energi sakral-Nya.  Saat ini aku ada dalam wilayah energi ego dan kepentingan struktural diantara jiwa-jiwa dengan seribu alasan pembenaran mengabaikan energi keseimbangan Alam. Getarkan tanah yang kupijak, hancurkan energi Sakral bumi yang mengendalikan angin, awan, hujan dalam ruang waktu yang digunakan untuk kepentingan ego dibumi. Jiwaku bergeraklah secepat angin, seanggun belantara. Menjarah bagai api, kokoh bagai gunung. Semuanya berdoa dan meminta kepada yang di imaninya, tapi jiwaku dalam gelombang tak terhingga Sang Penyeimbang Sekalian Alam, yang menjadi pemilah mana yang harus ada dan diabaikan atau dimusnahkan. Tetaplah setia, berjuang untuk berjuang pada energi keseimbangan, jangan ada airmata, hanya dari sebuah rasa sedih sesal. Tiap momen terindah sudah jadi agenda kegiatan harian raga. Sang Penyeimbang Alam Semesta menyertai tiap desah nafas. Jiwa penopang raga yang Ia Nya adalah Sang Penyeimbang Alam Semesta. Sampai waktu seizinNya Raga harus kembali kepada awalan penciptaannya.

JiwaRagaku...Namamu Sonny Alexander Simatupang itu nama dari kedua orang tuaku, yang berdoa siang malam bersama Kakak dan ketiga adik-adikku tersayang. Dan keluarga belahan jiwa Ras Aku Tarigan serta anak-anak Jordan River Simatupang, Joy Chrismast Simatupang, dan Zion Grasberg Simatupang, menanti penuh cinta. Tegaklah bagai Ksatria bawa pasukan di Medan Laga, Banggalah Jiwa berguna hidup bermakna, abaikan kata menjatuhkan, mungkin raga bukan Pahlawan tapi setidaknya ada air mata terhapuskan, dan doa-doa terjawabkan dari orang-orang yang pernah menyebut Nama Tuhan yang mereka kenal dalam hidupnya. Aku Indonesia🇮🇩 Jiwa raga meng-Amin-kannya.