APA BENAR DINEGARA NEPAL ADAM MENGINJAKKAN KAKI PERTAMA KALI DI BUMI...?
Secara pribadi saya lebih cenderung menggunakan logika dalam berpikir dan bertindak tentunya didasari hati nurani meski tidak mutlak. Latar belakang pendidikan juga dari IPA, dunia nyata, fakta dan riil itulah yang menyenangkan membahasnya karena bisa dilihat dan langsung dirasakan efeknya. Dunia gaib yakin tetap ada jika dilihat dari sisi spritual, namun itu bagiku privasi yang tak pernah bisa selesai dibahas karena emang menurut pikiran saya itu hanya bisa dibuktikan apabila manusia itu mati.
Saya sendiri pribadi mengakui pernah melihat dan merasakan hal-hal aneh diluar mahkluk saya sebut diluar kehidupan manusia secara normal, namun sampai detik ini tetap saya mendoktrin pikiran saya sendiri itu hanya sebuah mimpi, atau mungkin halusinasi disaat-saat fisik saya letih dan kelelahan setelah melaksanakan aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Itu saya lakukan semata-mata agar jiwa saya kuat dan tegar dalam menjalani hidup ini, saya tidak suka memiliki dan menyimpan benda-benda atau batu-batuan meskipun orang bilang itu sakti .
Lelah, letih, lesu pasti setiap orang pernah merasakannya, termasuk saya. Saya punya cara tersendiri meski tidak rutin sesekali saya lakukan saya menyebutnya relaksasi. Itu saya lakukan disaat-saat rasa letih, badan terasa penat atau pegal. Letih fisik dan letih pikiran, saya pikir ini lebih baik dibanding dipijat atau diuurut, yang dapat membuat ketergantungan dan juga saya yakin itu tidak baik efeknya bagi kulit, urat-urat dan otot-otot apabila terlalu sering dan secara ekonomis juga mengurangi anggaran pengeluaran biaya urut.
Relaksasi ini saya lakukan biasanya diantara pukul 15.00 - 16.15 Wib dan pada hari-hari libur kerja, dengan cara duduk bersila, mata dipejamkan dan melemaskan semua otot-otot, mengatur nafas teratur dan memfokuskan pikiran pada satu titik cahaya selama 30 menit sampai 1 jam tergantung situasi dan kebutuhan, setelah itu mandi air hangat dikasih garam 1-2 sendok.
Pada suatu waktu saya melakukan itu, ada pernah terjadi peristiwa aneh, dan saya merasakannya begitu nyata. Saya merasakan dari posisi duduk bersila itu saya terangkat naik dan semakin tinggi, ada rasa kawatir saat itu tentang apa yang terjadi. Untuk menghilangkan penasaran, saya mencoba membuka mata sedikit seperti mengintip untuk memastikan bahwa itu benar dan nyata, seketika saya mendengar ada suara berkata yang saya sendiri tidak tahu itu suara siapa karena saya juga melakukannya sendirian : " Jika kamu melihat, maka kamu akan terjatuh dan terhempas. Saya kembali tutup mata sampai saya benar-benar merasakan bahwa saya sudah berada diatas lantai kembali, baru saya berani buka mata.
Pada saat saya menutup mata, namun disaat itupula saya dapat merasakan serta melihat bahwa tubuh saya ditembus sebuah tali. Tali itu dari langit tidak tahu ujungnya dimana dan ujung tali yang satu lagi tempat bergantungnya Bumi, dan tali itu tepat di negara NEPAL (lihat illustrasi foto saya). Didalam hati saya bertanya kok bisa, ya ? Saya tergantung ditali ini dan ujungnya itu kok mesti tepat di Negara Nepal, ada apa ya....? Tiba - tiba saya kembali mendengar suara menjawab: " Itu jalan pertama Adam turun ke Bumi dan ditempat itu pertama menginjakkan kakinya...." . Setelah melihat semua itu saya pastikan bahwa saya merasakan sudah duduk kembali dilantai dan membuka mata dan badan saya terasa begitu segar.
Secara pribadi saya lebih cenderung menggunakan logika dalam berpikir dan bertindak tentunya didasari hati nurani meski tidak mutlak. Latar belakang pendidikan juga dari IPA, dunia nyata, fakta dan riil itulah yang menyenangkan membahasnya karena bisa dilihat dan langsung dirasakan efeknya. Dunia gaib yakin tetap ada jika dilihat dari sisi spritual, namun itu bagiku privasi yang tak pernah bisa selesai dibahas karena emang menurut pikiran saya itu hanya bisa dibuktikan apabila manusia itu mati.
Saya sendiri pribadi mengakui pernah melihat dan merasakan hal-hal aneh diluar mahkluk saya sebut diluar kehidupan manusia secara normal, namun sampai detik ini tetap saya mendoktrin pikiran saya sendiri itu hanya sebuah mimpi, atau mungkin halusinasi disaat-saat fisik saya letih dan kelelahan setelah melaksanakan aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Itu saya lakukan semata-mata agar jiwa saya kuat dan tegar dalam menjalani hidup ini, saya tidak suka memiliki dan menyimpan benda-benda atau batu-batuan meskipun orang bilang itu sakti .
Lelah, letih, lesu pasti setiap orang pernah merasakannya, termasuk saya. Saya punya cara tersendiri meski tidak rutin sesekali saya lakukan saya menyebutnya relaksasi. Itu saya lakukan disaat-saat rasa letih, badan terasa penat atau pegal. Letih fisik dan letih pikiran, saya pikir ini lebih baik dibanding dipijat atau diuurut, yang dapat membuat ketergantungan dan juga saya yakin itu tidak baik efeknya bagi kulit, urat-urat dan otot-otot apabila terlalu sering dan secara ekonomis juga mengurangi anggaran pengeluaran biaya urut.
Relaksasi ini saya lakukan biasanya diantara pukul 15.00 - 16.15 Wib dan pada hari-hari libur kerja, dengan cara duduk bersila, mata dipejamkan dan melemaskan semua otot-otot, mengatur nafas teratur dan memfokuskan pikiran pada satu titik cahaya selama 30 menit sampai 1 jam tergantung situasi dan kebutuhan, setelah itu mandi air hangat dikasih garam 1-2 sendok.
Pada suatu waktu saya melakukan itu, ada pernah terjadi peristiwa aneh, dan saya merasakannya begitu nyata. Saya merasakan dari posisi duduk bersila itu saya terangkat naik dan semakin tinggi, ada rasa kawatir saat itu tentang apa yang terjadi. Untuk menghilangkan penasaran, saya mencoba membuka mata sedikit seperti mengintip untuk memastikan bahwa itu benar dan nyata, seketika saya mendengar ada suara berkata yang saya sendiri tidak tahu itu suara siapa karena saya juga melakukannya sendirian : " Jika kamu melihat, maka kamu akan terjatuh dan terhempas. Saya kembali tutup mata sampai saya benar-benar merasakan bahwa saya sudah berada diatas lantai kembali, baru saya berani buka mata.
Pada saat saya menutup mata, namun disaat itupula saya dapat merasakan serta melihat bahwa tubuh saya ditembus sebuah tali. Tali itu dari langit tidak tahu ujungnya dimana dan ujung tali yang satu lagi tempat bergantungnya Bumi, dan tali itu tepat di negara NEPAL (lihat illustrasi foto saya). Didalam hati saya bertanya kok bisa, ya ? Saya tergantung ditali ini dan ujungnya itu kok mesti tepat di Negara Nepal, ada apa ya....? Tiba - tiba saya kembali mendengar suara menjawab: " Itu jalan pertama Adam turun ke Bumi dan ditempat itu pertama menginjakkan kakinya...." . Setelah melihat semua itu saya pastikan bahwa saya merasakan sudah duduk kembali dilantai dan membuka mata dan badan saya terasa begitu segar.
Sampai detik ini bertanya dalam hati, Apa iya, ya........". Mengapa saya perlu mengetahui itu dan apa keuntungan yang saya peroleh dari pengetahuan itu ? Apa mungkin lebih baik saya melupakannya dan fokus terhadap kegiatan yang lebih produktif khususnya dalam bidang profesi dan finansial saya. Jika ada yang mengerti dan faham atas peristiwa yang saya alami dan memberikan jawaban atas pertanyaan saya itu, dengan senang hati saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya.

4 komentar:
salam,
semoga koment ini bisa sedikit membantu, peristiwa yang bapak alami... dalam bahasa universal disebut proyeksi astral, di bahasa jawa adalah ngerogo sukmo, di islam (walaupun tidak begitu disadari atau diakui) dikenal dengan miraj...
coba kunjingi blog:
ayamsalambinalam.blogspot.com
disana ada link ke youtube dimana bpk bisa melihat tali yang tembus ke badan bpk, dan ada juga tulisan di scribd tentang astral projection.
semoga tulisan-tulisan di blog itu bisa juga membantu bpk dlm pencarian ini...
Tapi hati-hati, di dunia astral banyak jebakan juga, iman pada diri sangat penting, jangan percaya pada siapapun bahkan bila seseorang disana mengaku diri sebagai nabi atau pun malaikat...
sy ucapkan selamat karena bpk sudah bisa mengalami tahap pertama dari pengalaman mengenali hakikat... karena di akhr tali itulah pertemuan dengan wajah-Nya...
bapak percaya bahwa spiritual baru terungkap setelah mati? well ternyata tidak begitu juga toh? bapak sendiri adalah bukti hidup tentang itu...
semoga tulisan ini bisa membantu... tapi seperti yang saya tulis sebelumnya... percaya hanya pada diri sendiri, lebih tepatnya diri sejati, jangan percaya apalagi pada saya yang belum pernah kenal.
jangan percayai tapi jangan ada resistensi...tampung saja dulu... dan hidayah akan Allah turunkan lewat diri bpk sendiri...
Amin
salam
Pengalaman yg cukup menarik yang telah anda alami, cukup banyak orang yang justru menginginkan pengalaman2 ini terjadi pada diri mereka tetapi karena kurang pasrah dan penasaran yang berlebihan sehingga membuat logika yang lebih banyak berbicara sehingga perjalanan dan pengalaman astral samasekali tidal dapat dirasakan. Saya juga sering membaca blog ayamsalam, cukup banyak pencerahan2 yang bisa saya dapatkan dari tulisan ayamsalam.
Saya sangat setuju mengenai percaya kepada diri sendiri karena dengan percaya kepada diri sendiri akan menuntun Kota kepada kepasrahan yang hakiki.
Terima kasih atas informasinya, sangat berguna dan menambah pengetahuan menjadi warna baru dalam cakrawala pemikiran. Maaf, menanggapi tentang spritual baru terungkap setelah mati,alasan saya karena hal itu hanya bisa dirasakan bagi yang merasa tapi tidak pernah bisa dibuktikan bagi orang lain yang tidak pernah merasa/mengerti, sehingga kesannya seperti dongeng. Bahkan sebagian orang menganggap itu hanya halusinasi atau mungkin stressing. Contoh: Seorang Peramal, Paranormal, dll, tidak pernah dapat diakui sebagai saksi ahli dalam peradilan hukum.
Terima kasih Pak, saya tidak tahu seberuntung apakah hidup saya setelah pengalaman itu. Khusus spritual saya punya prinsip, yakin sama diri sendiri dan yakin sama Tuhan. Tapi jika berbicara tentang Tuhan, ini merupakan ranah privasi, karena hubungan itu lebih tepat saya katakan hubungan yang sangat pribadi antara satu orang manusia dengan Penciptanya, dan satu orangpun didunia tidak bisa mencampurinya, hanya diri sendiri dan bicara pasrah itu adalah siap menerima akhir dari semua seteragis apapun itu. Karena saya beranggapan hidup saya anugerah dan saya harus menjaga nyawa kehidupan saya sendiri untuk berguna bagi pribadi dan orang-orang yang mencintai,mengasihi dan yang memikirkan saya, serta orang lain yang masih menganggap dirinya manusia. Apapun yang saya lakukan hari ini akan menjadi sejarah dimasa yang akan datang, sudah menjadi hukum alam semua cerita rahasia bahkan bisa yang gak pernah menjadi pernah akan terungkap setelah orangnya tiada, mungkin itu Neraka yang nyata kali ya.....?
Posting Komentar