Cari Blog Ini

Kamis, 16 November 2017

KAMU YANG DIBALIK LAYAR


Disaat semua berdoa merindukan kedamaian, ketentraman dan kenyamanan
. Kau ketakutan dikatakan tidak hebat lagi, dan persada tahu kebohongan ceritamu menciptakan imbangmu yang endingnya keserakahan, kerakusan dan haus kekuasaan. Kepicikanmu akan berbuah dan jatuh menimpamu.

Sang Penguasa sekalian Alam,  murka padamu karena kau telah merusak doa-doa pendamba kedamaian, ketentraman dan kenyamanan. Darah Pengabdi tulus Sang Penyeimbang Alam  telah kau tumpahkan, Ibu Pertiwi menangis meyerahkan kepada Persada, Putera terbaik yang mengabdi kepada Sang Penyeimbang Sekalian Alam. Kutukan tumpah padamu dan ketujuh keturunanmu membayar kepicikanmu. Kau dustakan Sumpah Sejatimu atas Negeri.

Yang bertahan didalam Doa
diTembaga Pura, Papua.

Senin, 30 Oktober 2017

JIWARAGAKU DITANAH PAPUA

Di Puncak Perbukitan Utikini, Tembaga Pura, Papua. 21 Oktober 2017.

Jiwaku, siapakah kau...? Aku adalah apa yang kupikirkan, itu jawaban kekuatan pikiran dalam raga yang tidak pergi sebelum ajal, mengenal Sang Pencipta Semesta KeajaibanNya sekalian Alam bersama gelombang energi sakral-Nya.  Saat ini aku ada dalam wilayah energi ego dan kepentingan struktural diantara jiwa-jiwa dengan seribu alasan pembenaran mengabaikan energi keseimbangan Alam. Getarkan tanah yang kupijak, hancurkan energi Sakral bumi yang mengendalikan angin, awan, hujan dalam ruang waktu yang digunakan untuk kepentingan ego dibumi. Jiwaku bergeraklah secepat angin, seanggun belantara. Menjarah bagai api, kokoh bagai gunung. Semuanya berdoa dan meminta kepada yang di imaninya, tapi jiwaku dalam gelombang tak terhingga Sang Penyeimbang Sekalian Alam, yang menjadi pemilah mana yang harus ada dan diabaikan atau dimusnahkan. Tetaplah setia, berjuang untuk berjuang pada energi keseimbangan, jangan ada airmata, hanya dari sebuah rasa sedih sesal. Tiap momen terindah sudah jadi agenda kegiatan harian raga. Sang Penyeimbang Alam Semesta menyertai tiap desah nafas. Jiwa penopang raga yang Ia Nya adalah Sang Penyeimbang Alam Semesta. Sampai waktu seizinNya Raga harus kembali kepada awalan penciptaannya.

JiwaRagaku...Namamu Sonny Alexander Simatupang itu nama dari kedua orang tuaku, yang berdoa siang malam bersama Kakak dan ketiga adik-adikku tersayang. Dan keluarga belahan jiwa Ras Aku Tarigan serta anak-anak Jordan River Simatupang, Joy Chrismast Simatupang, dan Zion Grasberg Simatupang, menanti penuh cinta. Tegaklah bagai Ksatria bawa pasukan di Medan Laga, Banggalah Jiwa berguna hidup bermakna, abaikan kata menjatuhkan, mungkin raga bukan Pahlawan tapi setidaknya ada air mata terhapuskan, dan doa-doa terjawabkan dari orang-orang yang pernah menyebut Nama Tuhan yang mereka kenal dalam hidupnya. Aku Indonesia🇮🇩 Jiwa raga meng-Amin-kannya.


Minggu, 26 Maret 2017

Tiga Jenis Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat.

Di Dunia Ini Ada "3 Jenis" Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!
Li Ka-Shing ( Miliarder Hong Kong )

Di dunia ini ada 3 jenis uang yang sangat misterius, semakin banyak kamu habiskan, semakin banyak kamu dapat:

1. Uang Untuk Investasi Diri.
2. Uang Untuk Berbakti.
3. Uang Untuk Amal.

Mengapa Misterius?  Ini penjelasannya:

Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri.
Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan. Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi. Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya. Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin, dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman, kemana saja tidak bakal kelaparan. Meskipun kamu akan bilang, "buat makan sehari-hari saja tidak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun tidak langsung kelihatan hasilnya!"

Orang semacam ini selamanya tidak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri. Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit. Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini. Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang. Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain, dan menghindari kesalahan yang sama. Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang, bahkan sampai meminjam uang sekalipun! Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.

Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan, ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kapan saja bisa mulai! Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang, sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia. Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit, bagaimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan? Orang yang bijak, harus memahami hal ini.


Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti.
Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan. Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup, bahkan masih banyak hutang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?; Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang, tidak perlu memberikan uang pada orang tua! Tidak perduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu, uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin. Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!

Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkan mu. Coba pikir, apakah karena banyaknya hutang, tidak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkanmu? Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan? Jadi kalau sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan. Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan? Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu, Berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah "restu alami", Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu. Seseorang kalau tidak memiliki restu, seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.

Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri. Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain, uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua, tapi juga untuk diri sendiri! Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu, lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan, apakah hidup mereka sudah berbakti? Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal, hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah. 

Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia, adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua! Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!


Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal.
Asal ada uang lebih, donasikanlah itu. Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih 『kurang beruntung』 dari kita. Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal. Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan. Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan. Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.

Jika kamu adalah bos, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya. Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakitimu.


Akhir kata, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman di sekitar mu. Ini juga merupakan bentuk amal. 

Sumber: Lookforward
http://www.cerpen.co.id/post_140292.html