Cari Blog Ini

Senin, 14 Mei 2018

Yang penting BAIK saja dulu, jika dibalas JAHAT itu urusan dia sama TUHAN.

Semua sudah terjadi...
Jika kamu Marah...Benci...Dendam, bukankah kamu selevel juga dengan mereka yang menganiayamu? Karena ada sisi lain yang tidak terjangkau akal pikiran manusia, maka pada sisi itu kita hanya bisa berserah. Pada sisi itu kita dapat bergumam dihati, " Masih Ada Tuhan ".

Semua sudah terjadi, harus terjadi, dan faktanya telah terjadi. Pada waktu itu seperti sepi, tidak ada yang bisa menghentikan. Hanya ada cerita, dan ucapan syukur bagi mereka yang merasa beruntung, mengucapkannya dari sisi mana mereka menilai keberuntungannya serta keberpihakannya.

Semakin kita marah dan emosi, itulah yang mereka inginkan, yang sebenarnya kita marah pada situasi tanpa bisa berbuat apa-apa dan kita lupa waspada, yang akhirnya kita mati sendiri stroke karena memikirkan yang tidak terjangkau pikiran kita, paranoid terpenjara ketakutan dan mereka semakin leluasa. Situasi aman dan nyaman atau tidak itu hanya ada dalam hati dan pikiran kita.

Saat ini kita kembali ke jati diri masing-masing, bertanya dihati dalam penuh kesadaran menggunakan kaca mata kemanusiaan. Benarkah ada Tuhan dihatiku, dihatimu, dihatinya, dihati mereka dan dihati kita...? Mari bersama kita berpikir, bersikap, berbuat, berjaga bagaimana agar semua itu tidak terulang kembali.

Teroris itu benar menurut kaca mata mereka, kita benar menurut kaca mata kita, Jangan menghujat kepada mereka yang telah melakukan perbuatan jahat menurut kita, karena kadang kita lupa bahwa kita pernah berbuat jahat tanpa kita sadari kita marah, benci dan memaki, dan pastinya ada rasa ingin membalas jika tahu siapa pelakunya berarti kita juga sama dengan mereka.

Jika kita mengenal Tuhan dengan baik, mari kita terima semua dengan ikhlas dan mendoakan semoga pelaku hatinya disentuh oleh Tuhan, karena kita yakin: " Masih Ada Tuhan". Hukuman yang berat faktanya tidak serta merta merubah sifat watak prilaku manusia.

Kami menghimbau kepada segenap kita yang masih dapat bersyukur bisa hidup dan bernafas dengan label Bangsa Indonesia, mari peduli, Laporkan kepada Polisi setiap sesuatu yang terlihat tidak seperti biasanya, atau terasa lain dihati. Karena sesungguhnya jika kita benar dapat berucap, "Masih Ada Tuhan", pastilah kita diberi firasat tentang sesuatu hal yang tidak lazim dan tidak seperti biasanya.

Jangan menjadi paranoid, tetapi waspada. Jangan menuduh tetapi tetap mengamati, Jangan main hakim sendiri tetapi jadilah intelek dan bonafide bahwa Polisi bisa mengatasi. Jangan menshare sesuatu yang tidak kita fahami maksud dan tujuannya. Lebih baik mendengar, mengamati dan menjaga diri agar tidak menjadi barang contoh korban berikutnya.

Laporkan setiap sesuatu rasa yang tidak biasa tanpa harus menuduh dan menghakimi. Sudah ada yang diberi kewenangan tinggal anda mendukung, membantu menginformasikan kepada Polisi agar tercipta rasa nyaman dan tidak tercurah air mata, tanpa penyesalan yang selalu datang terlambat serta memilukan.

Jangan marah pada situasi, tapi mari kita bantu memberi informasi dan mendoakan Bapak-bapak Polisi agar selalu sehat dan dapat selalu bekerja pada jalur dan lajur sebenarnya. Karena tidak bisa kita pungkiri karena Polisi juga ada sisi manusiawi yang pasti ada batas, dan batasan itulah kita bantu doa, sehingga mereka kuat.

Mungkin ada yang berfikir semua ini bukan satu-satunya solusi, paling tidak telah dapat meminimalisir. Karena api hanya bisa padam dengan air. Benturan benda tanpa bunyi dipermukaan busa. Itu namanya KASIH ( Kasih, Sukacita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri ).

Berusahalah tenang agar kamu dapat berdoa.

==================================
Turut Berdukacita kami ucapkan kepada keluarga-keluarga korban Bom dan serangan yang tertuduh dilakukan Teroris, Semoga Tuhan memberi penghiburan, kekuatan, dan kami yakin masih ada Tuhan yang pasti memberi jawaban kelegaan.